Pemeriksaan kesehatan gigi dan pemberian obat cacing kepada siswa SD di lingkungan Desa Dolok Nauli, Kecamatan Parmaksiandan

Menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah hal yang penting dilakukan bagi setiap orang — tua dan muda, laki-laki dan perempuan. Selain dengan rajin gosok gigi dan pakai obat kumur, penting juga untuk rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi. Memangnya, harus seberapa sering periksa gigi?

Pemeriksaan gigi oleh dokter gigi bisa mendeteksi dan mengobati berbagai gangguan yang umum menyerang area mulut. Misalnya saja gigi berlubang (karies) dan penyakit gusi.

Gigi berlubang adalah masalah permanen dan tidak akan bisa sembuh sendiri. Jika tidak diobati, lubang tersebut akan semakin menganga lebar dan rasa sakitnya akan semakin parah. Lubang gigi yang terlanjur parah bisa menimbulkan infeksi yang menyebar hingga ke akar dan menimbulkan bengkak (abses). Pada orang dengan daya tahan tubuh rendah, infeksi bisa menyebar hingga organ tubuh lain misalnya sinus, rahang, hingga ke daerah leher dan dada.

Sayangnya, kebanyakan orang tidak sadar akan masalah gigi dan mulut yang mereka alami. Padahal, semakin dini penyakit terdeteksi, perawatan akan semakin sederhana, biaya semakin murah, risiko sakit akan semakin kecil.

Anak-anak juga disarankan untuk rutin cek gigi setiap 6 bulan sekali, mulai dari usia 6-7 bulan ketika gigi susu pertama mereka sudah tumbuh, Selanjutnya, teruslah membawa anak ke dokter gigi walaupun tidak ada keluhan apapun. Selain untuk kontrol berjangka, ini juga bertujuan untuk mengenalkan anak terhadap dokter gigi, perawat, klinik gigi agar nantinya tidak takut jika sewaktu-waktu butuh prosedur dental.

Untuk mengajari dan memberi edukasi kepada masyarakat, pihak puskesmas beserta dokter gigi melakukan pemeriksaan kepada anak-anak sekolah dasar di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir.

Untuk Dokumentasinya dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Pemeriksaan oleh Drg,Drg.Libermanto dan perawat Dameria hutajulu .

 

Infeksi cacing atau penyakit cacingan disebabkan oleh telur atau larva cacing parasit yang masuk ke dalam tubuh melalui mulut atau pori-pori kulit.

Ini Daftar Obat Cacing Untuk Anak yang Aman Dikonsumsi - Alodokter

Penularan dapat terjadi ketika Si Kecil memasukkan benda kotor yang mengandung larva atau telur cacing ke dalam mulut saat bermain atau tidak mencuci tangan hingga bersih setelah beraktivitas di luar rumah atau sebelum makan.

Tidak hanya itu, telur dan larva cacing juga dapat masuk ke dalam tubuh saat Si Kecil mengonsumsi makanan yang tidak bersih, misalnya sayur atau buah yang tidak dicuci. Saat berada di dalam tubuh, larva cacing berkembang biak dan hidup dengan cara mengambil nutrisi dari tubuh Si Kecil.

Dari penjelasan diatas kita dapat liat banyaknya penyebab masuknya cacing dalam tubuh, oleh karena itu pihak kecamatan parmaksian memberika obat cacing kepada para siswa/siswi SD di Desa Dolok Nauli untuk menghindari bahaya yang lebih komplek.

Untuk kegiatannya dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published.